Hangatnya Pemandian Candi Umbul
3/15/2013
Satu lagi yang membuat berbeda dengan mata air panas yang lain yang sebagian besar berbau belerang, namun air hangat yang muncul dari sumbernya di Candi Umbul ini sama sekali tidak berbau belerang sehingga saat menikmati hangatnya air kita tidak terganggu dengan bau-bauan belerang yang menyesakkan walaupun sebenarnya sumber air panas ini mengandung belerang.
Di situs peninggalan nenek moyang ini terdapat reruntuhan candi yang sudah tidak bisa dikenali lagi bagaimana bentuk aslinya.
Sebenarnya jika candi itu masih utuh, kita bisa menikmati mahakarya masa lampau sekaligus berendam air hangat di dekatnya. Namun sekarang tempat wisata ini lebih dikenal karena pemandiannya bukan karena candinya itu sendiri yang memang sudah runtuh sehingga bagi sebagian orang tidak menarik lagi. Namun bagi saya walaupun candi utama sudah dalam kondisi demikian, tetap saja memiliki nilai sejarah yang tak ternilai. Mengenai asal usul dan latar belakang candi ini sepertinya belum banyak yang tahu bahkan warga sekitar pun tidak banyak yang tahu akan sejarah dibuatnya candi ini selain hanya mengetahui kalau tempat ini mulai dibuka sekitar tahun 1970an. Pemandian ini mengingatkan saya pada satu pemandian di sekitaran Keraton Yogyakarta yang sangat megah, namun karena satu kejadian yang membuat pembangunan pemandian ini tidak selesai sehingga tempat ini tak seindah pemandian Taman Sari. Padahal fungsinya pun hampir sama sebenarnya dengan yang ada di keraton tersebut yaitu sebagai pemandian puteri raja. Konon katanya tempat ini merupakan pemandian para puteri raja di masa Wangsa Syailendra yang juga satu zaman dengan Candi Borobudur.
| Reruntuhan Candi Umbul |
| Kolam Pemandian Candi Umbul |
.jpg)
No comments:
Post a Comment